7 Tempat wisata Dieng terbaik yang wajib dikunjungi

7 Tempat wisata Dieng terbaik yang wajib dikunjungi

Dieng bisa dibilang sebagai daerah destinasi wisata paling populer di Jawa Tengah. Berbagai turis mancanegara dan domestik berbondong-bondong mengunjungi Dieng setiap tahunnya untuk melihat langsung keindahan tempat wisata alam di sini, terutama sunrise. Namun, selain itu, masih ada banyak tempat wisata di Dieng yang wajib dikunjungi!

Sejatinya masih ada puluhan tempat wisata yang indah dengan bentang alam paling unik, Berikut 7 ulasan tempat wisata terbaik di Dieng yang perlu anda kunjungi.

Padang Savana (Bukit Pangonan)

Padang Savana (Bukit Pangonan)

Jika pernah bermimpi ingin menikmati indahnya padang savana di Afrika namun terkendala biaya, datanglah ke Dieng. Tepatnya di telaga sumurup, pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan yang sangat indah, semak-semak yang membentang luas, tumbuhan unik, bukit-bukit kecil yang lucu dapat anda nikmati serasa berwisata ke Afrika.

Mau ke Dieng? Cek juga 10 paket wisata Dieng terbaik

Untuk dapat mencapai tempat ini anda perlu mengeluarkan tenaga ekstra, jalan kaki sekitar 1 jam dimulai dari kawasan museum kailasa. Memang melelahkan, jalan menanjak serta melewati semak-semak liar. Perjalanan akan terbayar jika sampai puncak pangonan, telaga merdada dapat dilihat dengan indahnya serta landscape Dieng yang unik.

Dilanjutkan menyusuri hutan sambil mendengrakan kicau burung, beberapa saat kemudian rasa lelah anda sirna seketika. Yah, anda telah tiba dipadang savana.

Tips, rekomendasi untuk menjelajah padang savana di Dieng. Kunjungilah saat musim kemarau dengan memulai perjalanan pagi hari. Jangan lupa persiapkan perbekalan yang cukup.

Telaga Dringo

Telaga Dringo

Tempat-tempat wisata terindah di Dieng memang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda 4, anda perlu berjuang untuk menggapainya, salah satunya dengan jalan kaki.

Jika ditanya telaga apa yang paling indah di Dieng ? pasti kebanyakan wisatawan menjawab “Telaga Warna”. Jangan salah, ada satu telaga yang berada di puncak Gunung dengan landscape tiada banding. Namanya adalah Telaga Dringo. Telaga ini tergolong telaga yang paling perawan di Dataran Tinggi Dieng, jauh dari pemukiman penduduk.

Jika telaaga warna mendapat nilai 11, maka Telaga Dringo pantas mendapat nilai 12 tidak percaya ? Silahkan kunjungi Telaga Dringo, sekejab anda akan tercengang oleh keindahan alam Telaga Dringo.

Air Terjun Sikarim

Air Terjun Sikarim

Air Terjun Sikarim adalah salah satu tempat wisata paling terselubung, tempat ini seperti tak pernah ada dalam daftar kunjungan obyek wisata di Dieng Plateau. Untuk mencapai tempat ini anda bisa melalui jalur Desa Sembungan atau melalui Desa Mlandi di Kecamatan Garung.

Mau bermalam di Dieng? Cek juga: 11 Rekomendasi terbaik Homestay Dieng Wonosobo

Perjalanan memang akan banyak merepotkan, melalui jalan berlubang dan menanjak. Anda perlu ekstra waspada, setelah melewati halang rintang selama 45 menit dari Sembungan, pemandangan menakjubkan bisa dinikmati. Gemericik air terjun yang melompat bebas dari dinding bukit, serta pohon-pohon disekeliling Sikarim bakalan menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Telaga-telaga di Dieng

Telaga-telaga di Dieng

Entah seperti apa asal mula terjadinya telaga-telaga di Dieng, Wonosobo pada zaman dahulu kala. Ada yang menyebutkan terjadinya telaga-telaga karena sebuah letusan dahsyat, ada juga yang menghubung-hubungkan dengan legenda/ cerita rakyat.

Beberapa telaga populer di sekitar Dieng seperti : Telaga Warna, Telaga Cebong, Telaga Pengilon, Telaga Merdada, Telaga Dringo, Telaga Sewiwi, Telaga Balekambang, dan Telaga Menjer. Telaga-telaga di Dieng rata-rata dikelola sebagai obyek wisata, ada juga yang dimanfaatkan sebagai pengairan dan sumber pembangkit listrik seperti Telaga Menjer.

Telaga Menjer adalah sebuah telaga yang paling luas jika dibandingkan dengan telaga-telaga lainnya, Telaga ini terletak di Desa Maron, Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo.

Salah satu tempat favorit untuk menikmati keindahan Telaga Menjer dari perkebunan teh milik PT. Tambi, yang terletak diatas telaga.  Lokasinya berada pada ketinggian, memungkinkan pengunjung melihat keseluruhan landscape telaga ini.

Bukit Teletubbies di Puncak Prau

Bukit Teletubbies di Pu

Gunung Prau Dieng kian populer dikalangan para pendaki, setiap akhir pekan ratusan pendaki dari penjuru kota memadati puncak Gunung Prau. Gunung setinggi 2.565 mdpl ini memiliki alam yang sangat indah. Selain dapat menyapa fajar (sunrise), para pendaki akan dimanjakan cantiknya Bukit Teletubbies di Puncak Prau.

Selain melalui Patakbanteng, untuk mencapai puncak Gunung Prau dapat melalui jalur Kali Lembu dan Dieng. Perjalanan ditempuh sekitar 2 Jam.

Musim kemarau sekitar bulan Juli-September adalah waktu yang tepat untuk mendaki prau, selain dapat menyaksikan pesona sunrise para pendaki bisa menikmati banyak spot yang menarik. Jangan lupa abadikan moment dan petualangan paling seru ketika mendaki Gunung Prau.

Desa wisata Sembungan

Desa wisata Sembungan

Menginjakkkan kaki di desa tertinggi di pulau Jawa tentu akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi kita semua, hawa yang dingin, terpaan angin yang mengelus pipi akan menjadi kenangan sendiri yang tidak akan pernah dapat dilupakan. Sembungan merupakan desa yang sejak dahulu kala selalu menjadi incaran banyak wisatawan untuk mengunjunginya, gambar dan certia tentang Sembungan juga banyak dijumpai di buku-buku kuno yang ada di negeri Belanda.

Berada di tengah bukit Sikunir dan Gunung pakuwojo menjadikan desa ini memiliki hawa dingin yang menggigilkan pendatang dan wisatawan yang datang, penduduknya hampir setiap hari selalu berkerudung sarung,dan memakai jaket tebal untuk menghangatkan badan, dan ketika malam tiba dirumah-rumah penduduk sudah disiapkan perapian dengan anglo dan arang untuk semua penghuni rumah bercengkrama disekitarnya.

Untuk mencapai desa Sembungan dari Wonosobo dibutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalan dengan jarak tempuh sekitar 32 Km. Secara geografis Desa Sembungan masuk kecamatan kejajar Kabupaten Wonosobo, bersebelahan dengan Desa Tieng, desa Sikunang, Desa Parikesit dan desa Mlandi Kecamatan Garung, Desa Sembungan merupakan desa yang memiliki ketinggian sekitar 2300 Mdpl, dengan panorama alam yang menyegarkan mata setiap orang, jalan aspal menuju desa ini merupakan jalan terakhir dan tidak ada sambungannya lagi sehingga untuk kembali ke Wonosobo harus putar balik menggunakan jalan yang sama.

Keindahan dan Keunikan alam desa Sembungan memang sudah terbukti dan mampu menarik ribuan orang untuk berkunjung, Bukan hanya Bukit Sikunir yang menjadi primadona wisatawan untuk memburu terbitnya matahari emas, akan tetapi beberapa tempat lain juga menjadi tempat yang pantas untuk dikunjungi, seperti Telaga Cebong,Air Terjun Semendung, Air terjun Sikarim,Goa Pertapaan, makam Mbah Adam Sari (Keluarga Sunan Kalijogo) gunung Pakuwojo dan Telaga Wurung yang saat ini banyak ditumbuhi bunga edelweis.

Wisatawan bisa seharian berada di Sembungan kalau mau mengeksplorasi semua tempat yang ada, perjalanan dari masing-masing lokasi tidak terlalu jauh, disepanjang perjalanan akan disuguhi pemandangan tanaman sayuran kentang , carica dan senyum ramah petani Sembungan.

Desa Sembungan memang dianggap pantas dikunjungi oleh Wisatawan Domestik maupun manca negara dan semua sudutnya menawarkan sisi-sisi yang menantang untuk dikunjungi dan diabadikan dengan kamera yang kita bawa.

Kawah Sileri

Kawah Sileri

Selain kawah Sikidang Dieng, masih ada kawah cantik yang perlu ditelusuri. Warga disekitar Dataran Tinggi Dieng menyebutnya “Kawah Sileri” yang diambil dari kata Leri (air bekas cucian beras) Karena ada kesamaan warna nama, sehingga kawah ini sering disebut kawah Sileri.

Terletak di lereng gunung Pagergedang pemandagan disekitar kawah Sileri sangat elok, terlebih saat pagi hari karena dapat menyaksikan uap kawah yang mengambang (terangkat) dari permukaan kawah.

Lokasi kawah Sileri berada di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Dapat dijangkau dengan kendaraan roda 4, sekitar 7 km dari Dataran Tinggi Dieng.